Contact : 085-749-495-444 / 082-301-034-747 / ( 0335 ) 7694467 / PIN BB : D13-182-B6
default-logo

Legenda atau Sejarah di balik Indahnya Gunung Bromo

Gunung Bromo 1Gunung Brahma atau biasa orang menyebutnya Gunung Bromo adalah sebuah gunung berapi yang terletaknya berada Kabupaten Probolinggo   Jawa Timur. Tingginya dari Gunung ini sekitar 2.392 Meter dari permukaan laut. di kawasan sekitar Gunung Bromo berada di kawasan pegunungan Tengger. Yang disana Sering dilaksanakan sebuah ritual upacara adat oleh masyarakat didaerah Tengger tersebut, dengan cara membuang sesajen kedalam kawah Gunung Bromo yang tujuannya memberikan persembahan kepada Jaya Kusuma, Jaya Kusuma adalah anak dari pasangan Joko Seger dan Roro Anteng. yang merupakan tokoh Legenda Gunung Bromo, Nama dari Upacara itu biasanya disebut dengan Kasadha. Upacara Kasadha ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Tengger tiap tahun yaitu pada bulan Jawa Asyuro. untuk mengetahui Legenda dari adanya Upacara Kasadha saya mencoba mengulas dengan membuat artikel dibawah ini :

Pada jaman kerajaan Majapahit, terdapat seseorang raja dan permaisurinya pergi meninggalkan negerinya dengan diikuti oleh beberapa pengikutnya, kejadian ini disebabkan oleh kekalahannya melawan putra kesayangannya sendiri. Mereka pergi ke kearah timur dari kerajaan Majapahit tepatnya dikawasan lereng Gunung Bromo. didaerah ini Raja dan permaisuri serta para pengikutnya mendirikan sebuah rumah sederhana yang digunakan untuk tempat tinggal mereka.Setelah beberapa waktu tinggal di daerah itu, pada suatu hari, Permaisuri dari Raja tersebut melahirkan anak keduanya. Sang Raja sangat gelisah menunggu istrinya melahirkan anak dari buah cinta mereka berdua. Kemudian pada tengah malam, akhirnya sang anak berhasil dilahirkan dengan selamat. dengan jenis kelamin dari Anak itu perempuan. Lalu Sang Raja melihat anaknya, sambil berbisik kepada istrinya “Dinda,anak kita perempuan”. Tetapi, permaisuri merasakan ada suatu keanehan pada bayi yang baru dia lahirkan itu, karena biasanya setelah bayi dilahirkan akan terdengar suara bayi menangis, tetapi berbeda dengan yang terjadi pada waktu itu, bayi yang dilahirkan tidak menangis, sampai sampai sang permaisuri mempertanyakan kepada suaminya, Apakah dia sudah melahirkan ?. Karena bayi tersebut lahir dengan kondisi yang tidak menangis, kemudian sang Raja pun memberi nama kepada bayi tersebut Roro Anteng.

Baca Juga : Wisata di Gunung Bromo

Tidak jauh dari tempat Raja dan Permaisuri itu tinggal, didaerah sekitar Gunung Bromo terdapat sebuah rumah yang sangat sederhana dan ditempat itu tinggalah sepasang suami istri. Sang Suami adalah seorang Brahmana. Dan pada saat bersamaan, Istri dari Brahmana tersebut juga melahirkan seorang bayi dengan jenis kelamin laki-laki. Kebalikan dari bayi yang dilahirkan oleh Permaisuri Raja tadi, Bayi yang dilahirkan oleh istri Brahmana itu menangis dan suara tangisannya sangat keras tidak seperti suara tangisa bayi pada umumnya. Karena suara tangisan yang keras dari bayi tersebut, sang Brahmana memberikan nama pada anaknya Joko Seger.

Setelah beberapa tahun, kedua anak tadi tumbuh menjadi dewasa, putri dari Raja ( Roro Anteng ) tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik jelita, dan putra Brahmana ( Joko Seger ) juga tumbuh menjadi seorang pemudah yang tampan rupawan. kecantikan Roro Anteng mempesona banyak pemuda yang mengenalnya, sampai – sampai, banyak sekali pemuda yang datang untuk melamarnya, akan tetapi tidak ada satupun yang dia terima, karena dia telah menjalin kasih dengan Joko Seger. dan berjanji akan setia kepada Joko Seger.

Tidak jauh dari tempat tinggal Roro Anteng tersebut, tinggal seorang raksasa yang hidup dihutan sekitar lereng Gunung Bromo yang bernama Kyai Bima, Pada suatu hari dia mendengar berita bahwasanya ada seorang gadis yang sangat cantik yang tinggal di sekitar Gunung Bromo. Mendengar kabar itu, Kyai Bima langsung datang ke tempat tinggal Roro Anteng untuk meminangnya . Roro Anteng serta keluarganya sangat kebingungan. Apabila lamaran dari Kyai tersebut tidak diterimanya, nanti rumah dan dusun mereka akan dihancurkan. Pada waktu itu Joko Seger pun tidak mampu berbuat apa-apa, karena kesaktian Kyai Bima yang tidak dapat dia tandingi. Roro Anteng berpikir keras dan kemudian terbesit sebuah ide untuk dapat menolak lamaran dari Kyai Bima secara halus.  Kemudian Roro Anteng  menerima lamaran dari Kyai Bima tetapi dia mengajukan Syarat.agar Kyai Bima membuatkan Danau diatas Gunung Bromo yang bisa dikerjakan hanya dalam satu malam.

Dengan segala kesaktian yang dimiliki oleh Kyai Bima persyaratan tadi bukanlah merupakan hal yang sulita baginya, kemudian dia pergi ketempat yang dimaksut oleh Roro Anteng tersebut, dan disana dia mulai membuat Danau dengan mengeruk tanah dan hasil dari kerukan tadi, nantinya akan dia isi dengan air, dengan kesaktian yang dimiliki oleh Raksasa tersebut Danau yang diminta oleh Roro Anteng akan segera selesai tidak sampai memakan waktu satu malam. Kejadian itu membuat Roro Anteng panik dan cemas, kemudian dia berfikir kembali untuk menggagalkan usaha dari Kyi Bima itu.

Kemudian Setelah lama dia berpikir, dia menemukan sebuah ide untuk dapat menggagalkan Kyai Bima, dia kemudian pergi membangunkan penduduk desa dan juga tetangga serta keluarganya. Roro Anteng meminta tolong kepada para perempuan untuk menumbuk padi di lesung, dan kaum Laki-Laki ia suruh membakar jerami disebelah timur agar supaya terlihat fajar telah terbit. kemudia Cahaya kemerah-merahan muncul dari arah Timur, dan pada waktu yang bersamaan suara lesung mulai bersahutan. mendengar suara itu ayam – ayam peliharaan penduduk pun terbangun dan kemudian berkokok.

Kyai Bima yang sedang melakukan pekerjaannya menyangka sudah pagi, dan terlihat kesal karena pekerjaannya belum selesai pada waktu yang ditentukan. Kemudian dia meninggalkan tempat itu dan tempurung kelapa yang dijadikan alat untuk mengeruk tanah tadi dilemparkan dan bertelungkup di tanah. setelah beberapa saat Tempurung yang dilempat tadi berubah menjadi sebuah gunung yang sekarang dinamakan dinamakan Gunung Batok. tidak hanya itu danau yang belum selesai dibuat tadi berubah menjadi kawah.  dan jalan yang dia lalui berubah menjadi sebuah sungai yang sampai sekarang dapat dilihat di hutan pasir Gunung Batok. Kemudian Roro Anteng dan Joko Seger menjadi senang. dan tak berapa lama mereka berdua menikah dan tetap tinggal di kawasan lereng Gunung Bromo serta membuka sebuah desa baru yang dinamakan Desa Tengger. yang berasal dari gabungan Roro An(teng) dan Joko Se(ger).

Baca Juga : Paket Wisata Gunung Bromo

Setelah bertahun – tahun menjalani hidup bersama Roro Anteng dan Joko Seger belum juga dikaruniai anak, terjadi keresahan hati yang dialami oleh mereka berdua, terutama Joko Seger. padahal mereka telah mencoba berbagai macam ramuan untuk bisa mendapatkan keturunan. Roro Anteng sering menyampaikan pada suaminya untuk bersabar dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan YME. tetapi Joko Seger belum juga tenang, dan pada suatu hari Joko Seger mengucapakan sumpah apabila nanti dia dikaruniai anak sejumlah 25 Anak dia akan mempersembahkan salah satu dari anaknya untuk sesajen di kawah Gunung Bromo. setelah sumpah itu terucap kawah Gunung Bromo mengeluarkan Api, dia meyakini bahwa kejadian itu merupakan tanda bahwa Dewa mendengar apa yang dia janjukan.

Kemudian tak berapa lama setelah Joko Seger mengucapkan janjinya, Istrinya pun mengandung, dengan kejadian itu membuat hati mereka bertambah bahagia karena hal yang mereka impikan terwujud. Setelah menunggu sampai sembilan bulan kemudian, Roro Anteng melahirkan, dan dia dikaruniai bayi kembar laki-laki. dan tak beberapa lama mengandung lagi dan kebanyakan yang dia melahirkan bayi kembara. ada yang kembar dua, tiga, hingga anak dari mereka menjadi 25. Kebahagiaan yang mereka rasakan semakin bertambah. Setelah anak yang dilahirkan Roro Anteng berjumlah 25 dia tidak melahirkan lagi. Kemudian hari – hari mereka lebih banyak dihabiskan untuk merawat, mengasuh dan mendidik ke 25 anak mereka dengan rasa tulus ikhlas. sampai Anak-anak mereka tumbuh menjadi dewasa. Nama dari anak mereka yang paling bungsu adalah Jaya Kusuma. Joko Seger lupa akan janjinya untuk menjadikan salah satu dari anaknya persembahan atau sesajen di kawah Gunung Bromo, karena dia terlena dalam kebahagiaan itu.

Pada suatu saat, ketika Joko Seger sedang tidur di kamarnya, dia bermimpi ditegur oleh seseorang ( Dewa ) agar menempati janji yang duluh pernah ia sampaikan yaitu mempersembahkan salah satu dari anaknya menjadi sesajen di kawah Gunung Bromo. kemudian dia tersentak dari tidurnya dan kemudian terbangun, mimpi yang dia alami membuatnya gelisa, karena semua dari putra putrinya sangat dia sayangi. dia menceritakan kejadian itu kepada Istrinya tetapi belum juga bisa menenangkan hatinya. kemudian dia berkeinginan untuk menceritakannya kepada anak – anaknya.

Keesokan harinya dia dan istrinya mengumpulkan anak – anaknya dalam sebuah pertemuan keluarga, dan dia menceritakan kejadian yang dulu dialami, serta janji yang dulu pernah dia ucapakan. dari cerita yang disampaikan dan permintaan yang diutarakan kepada anak – anaknya, hampir kesemuanya keberatan karena tidak berani melakukan hal itu, yaitu menjadi persembahan di Kawah Gunung Bromo, tetapi ada salah satu anak yang rela menjadi persembahan yaitu Jaya Kusuma, anak bungsu dari Joko Seger dan Roro Anteng ini rela menjadi Persembahan demi keselamatan semua penduduk tengger.

Setelah pertemuan itu Jaya Kesuma kemudian berpamitan dan meminta restu kepada kedua orang tuanya, dia hanya meminta satu permintaan agar pada setiap tanggal 14 bulan Kasadha, keluarga dan penduduk desa Tengger mengirimkan hasil ladangnya untuk diceburkan ke Kawah Gunung Bromo, setelah itu dia diantarkan keluarga dan penduduk sekitar menuju ke Kawah Gunung Bromo dan kemudia Jaya Kusuma menceburkan diri ke dalam Kawah Gunung Bromo tersebut dengan tidak ada rasa takut yang terlihat dari wajahnya.

Baca Juga : Sewa Jeep Hardtop Di Gunung Bromo

Dengan kejadian itu untuk mengenang peristiwa pengorbanan Jaya Kusuma. setiap tahun rakyat Tengger melakukan upacara untuk melaksanakan perintah, memperingati dan menghormati perngorbanan yang dilakukan Jaya Kusuma dengan melakukan Upacara Khasada.yang biasanya secara rutin dilaksandakan pada tanggal ke 14 bulan Kasadha dengan ritual menceburkannya hasil bumu mereka kedalam Kawah Gunung Bromo. dan menjadi tradisi dari masyarakan di daerah Tengger dan sekitar Gunung Bromo.

Demikian Cerita mengenai Legenda Gunung Bromo, semoga menjadi inspirasi dan pengetahuan untuk kita semua.

About the Author
Kami menyediakan Paket Rafting Adventure, Penginapan / Home Stay, Hotel, Villa serta Paket Wisata Di Kawasan Gunung Bromo